Pembangunan Jembatan Sungai Oyo Merupakan Prioritas dan Atensi Gubernur Sumatera Utara

26 Maret 2021
561
Pembangunan Jembatan Sungai Oyo Merupakan Prioritas dan Atensi Gubernur Sumatera Utara
Kondisi Jembatan Sungai Oyo (Noyo) pada ruas Jalan Hilimbuasi-Mandrehe Kec. Mandrehe Kabupaten Nias Barat

Lahomi, (26/03/2021) Pembangunan/penggantian baru Jembatan Sungai Oyo (Noyo) pada Jalan Provinsi ruas Hilimbuasi-Mandrehe tepatnya di Desa Tuwuna Kecamatan Mandrehe menjadi prioritas dan atensi khusus Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi dan akan segera dibangun secara bertahap mulai tahun 2021 dan penyelesaiannya tahun 2022.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala UPT. Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Equator Jaya Daeli, ST saat menanggapi pertanyaan Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Drs. Darman Gulo, M.M, yang mempertanyakan rencana penanganan jembatan Sungai Oyo (Noyo) yang kondisinya sangat mengkhawatirkan dimana hampir semua lantai jembatan sudah lapuk termakan usia karena dibangun kurang lebih 30 tahun yang lalu. Pemerintah daerah telah berulang kali menyampaikan hal ini baik secara lisan maupun secara tertulis melalui surat kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

"Pembangunan jembatan Sungai Oyo (Noyo) pada Jalan Provinsi Ruas Hilimbuasi-Mandrehe merupakan prioritas dan atensi khusus Bapak Gubernur Sumatera Utara dan pada tahun 2021 ini mulai dibangun secara bertahap dengan konstruksi jembatan bailey dan anggarannya sudah tertampung dalam DPA Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sumatera Utara sebesar 2,5 milliar," ujar Equator Daeli.

Lebih lanjut Equator Daeli mengharapkan kiranya pemerintah daerah dan seluruh masyarakat Nias Barat mendukung rencana pembangunan ini terutama masyarakat setempat yang berada di lokasi pembangunan jembatan darurat, supaya dengan suka rela dapat mengizinkan lahannya untuk dibangun jembatan darurat.

"Untuk menyukseskan pembangunan jembatan Oyo ini, sangat diharapkan kerjasama dan dukungan pemerintah daerah dan masyarakat Nias Barat terutama yang tinggal di sekitar lokasi Sungai Oyo, agar menyediakan lahan sebagai tempat pembangunan jembatan darurat, tidak ada biaya pembebasan lahan yang tersedia dalam DPA Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sumatera Utara, jelas Equator.

Menanggapi hal itu Kepala Bappeda Sabahati Gulo, S.Sos, MM, langsung meminta tanggapan Camat Mandrehe yang berada di lokasi, untuk membangun komunikasi dengan masyarakat setempat, sehingga proses pembangunan Jembatan tersebut tidak terkendala.

Selain pembangunan/penggantian Jembatan Sungai Oyo tersebut, beberapa usulan pembangunan lainnya yang telah diusulkan oleh Pemerintah Kabupaten Nias Barat melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan telah mendapat persetujuan dari Perangkat Daerah terkait di Provinsi Sumatera Utara untuk dianggarkan pada tahun 2022 diantaranya Lanjutan pembangunan Jalan ruas Lasarabagawu-Batas Nias Barat, Pemeliharaan/Rekonstruksi Jalan Ruas Mandrehe-Sirombu, Pemeliharaan/Rekonstruksi Jalan Ruas Dola-Duria, Pemeliharaan/Rekonstruksi Jalan Ruas Hilimbuasi-Mandrehe, Lanjutan Pembangunan Jalan Ruas Siwalawa II-Sirombu dan Pembangunan Tembok/Tanggul Sungai Moro'o di Togimbuaya Kecamatan Mandrehe dan beberapa usulan lainnya.

(EZ)